Saturday, October 25, 2014

DBS (Dana Bantuan Setan)

Pengalaman buruk melakukan peminjaman uang di Bank DBS

Suatu hari saya mendapatkan tawaran kredit dari Bank DBS. Karena saat itu saya sedang membutuhkan uang untuk penambahan modal dalam bisnis saya,saya setuju dengan penawaran tersebut. Setelah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan akhirnya kreditpun cair.

Bulan bulan awal masa pembayaran cicilan berjalan dengan lancar karena saya selalu membayar tepat waktu sebelum jatuh tempo. Kalau kita melakukan pembayaran cicilan setelah jatuh tempo, maka kita akan kena denda yang lumayan besar jumlahnya yaitu sebesar Rp. 250.000. Oh yah, cicilan kredit saya sebulannya sebesar Rp. 457.000 dengan jangka waktu selama 3 tahun.

Pada tahun kedua saya mengalami masalah dalam bisnis saya yang menyebabkan kebangkrutan. dan masalah tersebut berakibat telatnya saya membayar cicilan dari bank DBS. bulan pertama saya telat, saya kena denda sebesar Rp. 250.000. Karena saat itu saya belum punya uang maka saya belum bisa untuk membayar denda tersebut. Bulan berikutnya karena takut terkena denda lagi, saya membayar cicilan kredit sebelum jatuh tempo.

Mengira saya hanya terkena denda satu kali yaitu pada bulan pertama saya telat, berarti saya hanya kena denda sebesar Rp. 250.000. Bulan bulan berikutnya saya tetap membayar cicilan kredit sebelum jatuh tempo. Ternyata disinilah permainan bank DBS yang sangat licik.

Satu waktu saya cek sisa tagihan kredit saya, karena saya ingin menyelesaikan semua hutang saya. Saya kaget setengah mati, ternyata sisa tagihan saya bukannya berkurang malah bertambah. Akhirnya saya berinisiatif menemui bagian penagihan Bank DBS untuk mengklarifikasi masalah tersebut.

Dari situ saya baru sadar, ketika saya telat membayar cicilan, maka saya akan dikenai denda sebesar Rp. 250.000. Jika denda itu belum dibayar sebelum jatuh tempo cicilan bulan berikutnya,maka ketika pembayaran cicilan bulan berikutnya,akan dipotong terlebih dahulu untuk membayar denda. Akibatnya nominal pembayaran cicilan bulan berikutnya akan berkurang dan kita akan dikenai denda kembali. kejadian tersebut berlangsung selama 10 bulan. Perhitungan tersebut sengaja ditutup tutupi oleh manajemen Bank DBS.

Dan yang lebih menyakitkan lagi, ketika kita berinisiatif untuk melunasi sisa tagihan tersebut, kita malah dilempar lempar ke cabang lain. pada saat kita melakukan pelunasanpun,kita tidak mendapatkan surat pernyataan lunas dari pihak manajemen Bank DBS.

Saat saya mengkonfirmasi bagian penagihan Bank DBS, ternyata di sana ada seorang Manager muda yang sangat angkuh yang memperlakukan seorang customer semena mena. Saat saya meminta surat pernyataan lunas tersebut dengan angkuhnya Manager muda tesebut mengatakan bahwa Bank DBS tidak mengeluarkan surat pernyataan lunas dan yang akan mengeluarkan surat pernyataan lunas adalah customer service dengan cara dikirim via pos paling lambat dalam waktu 2 minggu. Dengan sangat angkuhnya kalau itu merupakan prosedur dari bank DBS sambil mengangkat Tanda pengenal Kartu pegawai sebagai jaminannya. Hal ini benar benar membuat saya emosi, karena saya tahu kalau itu hanya akal akalan mereka saja yang berlindung dibalik prosedur.

Akhirnya dengan penuh emosi saya pulang ke rumah. setelah lebih dari 2 minggu saya membayar lunas semua tagihan saya, ternyata surat pernyataan lunas tersebut tidak kunjung datang.

Itulah pengalaman buruk saya, selama meminjam uang di Bank DBS. Bank DBS yang dengan jargonnya menawarkan fasilitas kredit DBS (Dana Bantuan Sahabat) tidak lain merupakan Dana Bantuan Setan yang membuat kita tercekik dengan hutang.

Pengalaman saya ini hendaklah dijadikan pelajaran buat yang lainnya. Saya menghimbau jangan pernah mau jika ditawari kredit dari Bank DBS dn jangan mau ambil kredit di Bank DBS karena kita akan tercekik dengan hutang yang akan membengkak gara gara meminjam di Bank DBS.

Kalaupun kita sudah meminjam di Bank DBS ataupun di Bank lainnya, saya sarankan usahakan membayar cicilan sebelum jatuh tempo agar tidak bermasalah seperti masalah yang saya alami.

Kredit di bank itu terkadang jadi solusi buat kita, akan tetapi jika kita tidak membayar cicilan sebelum jatuh tempo maka akan menyulitkan kita. Maka usahakanlah membayar cicilan itu kalau bisa seminggu sebelum jatuh tempo agar tidak bermasalah.

Agar kita tidak bermasalah dalam pembayaran cicilan kredit juga diusahaka sebelum melakukan peminjaman kita sudah memikirkan untuk pembayaran cicilan kredit tersebut. Saya hanya bisa menyarankan jika kita melakukan peminjama kredit ke Bank, usahakan cicilan kredit tersebut tidak lebih dari 30% gaji yag kita terima setiap bulannya.

Mudah mudahan tulisan ini bisa menjadi masukan bagi yang ingin mengajukan kredit di bank ataupun yang sudah melakukan peminjaman di Bank.

5 comments:

  1. Apa sampai dengan saat ini surat pelunasan nya sudah didapat pak?

    ReplyDelete
  2. Iya..apakaj sd saat ini surat oelunasan tsb sudah didapat pak?juka tdk ada respond baik dr dbs apakah sudah coba menghub.bank indonesia?setau sya mereka ada mediasi utk mslh2 yg stuck....

    ReplyDelete
  3. Iya..apakaj sd saat ini surat oelunasan tsb sudah didapat pak?juka tdk ada respond baik dr dbs apakah sudah coba menghub.bank indonesia?setau sya mereka ada mediasi utk mslh2 yg stuck....

    ReplyDelete
  4. FBS sudah mengganti domain; http://fbs.id/.

    ReplyDelete
  5. Pengalaman seperti ini mestinya termuat di media, biar tidak terulangkembali, karena kadang orang berspekulasi tentang penyebab miskomunikasi KTA Bank DBS , kadang syarat dan ketentuan dia awal abu-abu, makanya saya buat postingan terebut sejelas"nya biar terhindar dari pgalaman pahit KTA Bank DBS
    https://ktabankdbsjakarta.blogspot.co.id/p/kta-bank-dbs.html

    ReplyDelete